Info & berita / Artikel
08 Juli 2026
Kekuatan di Balik Setiap Peran: Kisah yang Tak Selalu Terlihat, Tapi Selalu Terasa
Di balik setiap perempuan yang kuat, ada cerita yang jarang ia ucapkan
Kami memilih tema ini dengan sengaja. Karena ketika kami melihat para perempuan di organisasi ini, di setiap level dan setiap peran, kami melihat sosok-sosok yang hadir sepenuhnya dan konsisten, seringkali tanpa diminta. Kehidupan yang berbeda, pergulatan yang berbeda, namun di baliknya, ada beban diam yang sama.
Di Hari Kartini ini, kami ingin memberi ruang untuk mengakui hal itu, dan mengatakan: kami melihatmu. Banyak yang memikul beban itu tanpa memperlihatkannya. Tampil tenang, bekerja dengan baik, tetap bertahan, sambil diam-diam bertanya: Apakah aku sudah membuat pilihan yang tepat? Bisakah aku terus melangkah? Kami ingin menciptakan ruang di mana pertanyaan-pertanyaan itu akhirnya bisa diucapkan, karena mendengar kisah satu sama lain mengingatkan kita bahwa kita tidak sendiri. Maka, dalam rangka memperingati Hari Kartini, kami mengadakan sesi coffee talk bertema "Di Balik Setiap Peran yang Kuat: Kisah yang Tak Selalu Terlihat, Tapi Selalu Terasa." Sebuah ruang untuk berhenti sejenak, mendengarkan, dan mengakui kisah-kisah yang tak selalu muncul ke permukaan, namun terasa begitu dalam. Satu hal menjadi jelas: tidak ada dua perjalanan perempuan yang sama. Ada yang sedang membangun karier. Ada yang menjalani banyak peran sekaligus. Ada yang masih mencari tahu seperti apa versi terbaik dirinya. Namun di balik semua perbedaan itu, ada satu benang merah: kita semua sedang berusaha. Belajar untuk hidup dengan pilihan-pilihan yang tidak selalu mudah, dan menerima bahwa "karier dan keluarga" sebenarnya tidak pernah dimaksudkan sebagai sebuah pilihan.
Bagi para ibu yang bekerja, tantangannya jauh melampaui sekadar manajemen waktu. Begitu banyak hal yang tak terlihat: tetap hadir untuk keluarga, tetap memberikan yang terbaik di tempat kerja, tetap menjaga semuanya tetap utuh. Dan di tengah semua itu, banyak yang diam-diam bertanya: Apakah aku sudah melakukan cukup banyak? Pertanyaan itu bukan tanda kekurangan. Itu adalah tanda betapa dalamnya kepedulian mereka. Yang paling dibutuhkan bukanlah kesempurnaan. Melainkan pengertian, dukungan, dan rasa dilihat serta diakui.
Apa pun jalan yang dipilih seorang perempuan, membangun karier, membesarkan keluarga, atau menjalani keduanya sekaligus, setiap perempuan berhak untuk dilihat, didukung, dan dihargai.
Kita juga sering melupakan diri sendiri. Ruang pribadi diam-diam menjadi hal pertama yang kita korbankan. Namun kita tidak bisa terus memberi dari cangkir yang sudah kosong. Meluangkan waktu untuk diri sendiri bukanlah tindakan egois. Itu adalah cara kita tetap utuh.
Percakapan itu juga membawa kami ke arah yang tak terduga. Banyak dinamika yang kita jalani hari ini sudah terbentuk jauh sebelum kita menempati peran-peran ini. Dengan siapa kita memilih membangun hidup, dan apakah kita benar-benar bersedia tumbuh bersama, sering kali membentuk segala hal yang terjadi setelahnya, termasuk keluarga yang tumbuh di dalamnya.
Tidak ada satu jawaban tunggal yang muncul dari ruangan itu. Namun ada satu hal yang dikuatkan: apa pun peran yang sedang kamu jalani sekarang, kamu berarti. Jangan sampai kehilangan dirimu di tengah ekspektasi, tanggung jawab, atau peran-peran yang kamu emban.
Untuk setiap perempuan yang hadir, membagikan kisahnya, dan memilih untuk terus melangkah: terima kasih. Atas kejujuranmu, kekuatanmu, dan karena telah mengingatkan kami bahwa bertahan, dalam bentuk apa pun itu, layak untuk dirayakan.
Perlahan. Dalam diam. Tidak selalu mudah, namun terus melangkah maju.